konstruksi
5 Februari 2026
Ditulis Oleh Semen Merah Putih

Takaran Obat Pengeras Beton: Cara Hitung dan Menggunakannya

takaran obat pengeras beton

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas beton adalah dengan menggunakan obat pengeras beton. Material tambahan ini dapat memperkuat dan meningkatkan ketahanan beton terhadap faktor-faktor eksternal, seperti kelembapan dan keretakan.

Namun, untuk memperoleh hasil yang optimal, ketahui takaran obat pengeras beton sesuai dengan jenis beton yang digunakan. Artikel ini akan membahas bagaimana cara menghitung dan menyesuaikan takaran obat pengeras beton, serta langkah-langkah yang perlu Anda ikuti untuk penggunaan yang tepat.

Apa Itu Obat Pengeras Beton?

Obat pengeras beton adalah bahan tambahan yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan, kepadatan, dan ketahanan permukaan beton setelah proses pengecoran atau pada beton yang sudah jadi.

Produk ini bekerja dengan cara meresap ke dalam pori-pori beton atau bereaksi dengan senyawa semen, sehingga struktur beton menjadi lebih padat, tidak mudah berdebu, dan lebih tahan terhadap gesekan maupun beban.

Obat pengeras beton umum digunakan pada lantai gudang, area parkir, jalan beton, hingga bangunan industri untuk memperpanjang umur pakai beton dan menjaga kualitas permukaannya. Penggunaan obat pengeras beton juga membantu mengurangi biaya perawatan jangka panjang karena permukaan beton menjadi lebih awet dan stabil.

Persiapan Sebelum Menggunakan Obat Pengeras Beton

Sebelum memulai penggunaan obat pengeras beton, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan. Persiapan ini akan mempengaruhi hasil akhir beton yang akan Anda buat. Berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu Anda lakukan:

1. Periksa Jenis Beton yang Digunakan

Jenis beton memengaruhi kadar campuran dan kebutuhan obat pengeras beton. Beton normal dan beton dengan spesifikasi tinggi membutuhkan takaran yang berbeda.

2. Siapkan Alat dan Bahan yang Diperlukan

Obat pengeras beton biasanya tersedia dalam bentuk bubuk atau cair. Pastikan Anda memiliki alat yang tepat sebelum menggunakan pengeras beton, seperti timbangan digital untuk menakar bubuk atau wadah pengukur cairan yang akurat.

3. Pastikan Beton dalam Kondisi Optimal

Sebelum menambahkan obat pengeras beton, pastikan campuran beton sudah dalam kondisi baik, dengan kelembapan dan kekentalan yang sesuai. Cara ini akan memudahkan obat pengeras meresap dengan lebih baik.

4. Perbaiki Retak Keropos Sebelum Pengaplikasian

Periksa retak rambut, lubang kecil, dan bagian keropos agar hasil pengerasan merata. Titik rusak bisa menyerap bahan berlebihan sehingga area lain kekurangan dan jadi belang. Lakukan patching atau repair, ratakan, lalu tunggu beberapa saat dan lanjutkan proses pengaplikasian.

5. Baca Instruksi pada Kemasan Obat Pengeras Beton

Setiap merek obat pengeras beton memiliki instruksi dan langkah penggunaan yang berbeda. Bacalah dengan teliti untuk memastikan Anda mengikuti rekomendasi pabrik untuk takaran yang tepat dan sesuai jenis beton.

6. Lakukan Uji Coba Kecil

Sebelum mengaplikasikan obat pengeras beton ke seluruh permukaan, Anda disarankan melakukan uji coba kecil terlebih dahulu. Pilih area terbatas yang mewakili kondisi beton sebenarnya untuk memastikan kesesuaian dosis, daya serap, dan hasil akhir setelah pengeringan.

Baca juga: Beton Self-Healing: Solusi Bangunan Kuat dan Tahan Lama

Cara Menghitung Takaran Obat Pengeras Beton

Menghitung takaran obat pengeras beton sangat penting untuk mencapai hasil yang optimal. Takaran yang berlebihan atau kurang dapat memengaruhi kekuatan dan daya tahan beton. Dalam hal ini, cara menghitung takaran obat pengeras beton cukup sederhana, yakni:

  • Hitung luas area (m²) = panjang × lebar.
  • Gunakan rumus kebutuhan bahan, yaitu luas (m²) × dosis/coverage produk (liter atau kg per m²).

Contoh, jika luas lantai 50 m² dan dosis di kemasan 0,2 liter/m², maka kebutuhan dasar 50 × 0,2 = 10 liter. Setelah itu, tambahkan cadangan 5–10% bila beton lebih poros/kasar atau aplikasi memakai sprayer, sehingga totalnya sekitar 10,5–11 liter.

Cara Menggunakan Obat Pengeras Beton

Setelah mengetahui takaran yang tepat, langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan obat pengeras beton dengan benar. Penggunaan yang tepat akan memaksimalkan efektivitas obat pengeras dan memastikan kualitas beton tetap terjaga. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti:

1. Baca Dosis di Label Produk

Anda perlu mengecek takaran yang disarankan pabrik, apakah berbentuk ml/m², liter/m², atau per kg semen. Perhatikan juga apakah produk perlu pengenceran atau langsung pakai karena hal ini akan mengubah kebutuhan total bahan.

2. Ukur Luas Area Beton yang Akan Diaplikasikan

Anda harus menghitung luas permukaan (panjang × lebar) dan pisahkan area yang tidak ikut diaplikasikan. Jika bentuk area tidak beraturan, pecah menjadi beberapa bagian kecil agar perhitungannya lebih akurat. Data luas ini jadi dasar utama untuk menentukan kebutuhan obat pengeras secara tepat.

3. Hitung Kebutuhan Bahan

Kalikan luas area dengan dosis yang direkomendasikan (misalnya 0,2 liter/m²), lalu tambahkan cadangan 5–10% untuk antisipasi. Jika beton lebih poros atau permukaan lebih kasar, kebutuhan bisa meningkat karena penyerapan lebih tinggi.

Baca juga: Mutu Beton: Jenis, Cara Pengujian, dan Tabel Klasifikasinya 

4. Siapkan Campuran Sesuai Aturan

Bila ada instruksi pengenceran, Anda perlu mengikuti rasio air dan bahan sesuai petunjuk teknis. Gunakan alat ukur seperti gelas ukur atau jerigen bertanda agar perbandingan tidak meleset dan kualitas tetap konsisten. Selanjutnya, aduk hingga homogen supaya hasil aplikasi tidak belang dan efek pengerasan merata.

5. Tentukan Metode Aplikasi yang Sesuai

Anda bisa memakai sprayer untuk cairan agar sebaran cepat dan rata. Pastikan alat bersih dan tidak ada nozzle mampet karena sebaran yang tidak merata sering berasal dari alat yang bermasalah. Pilih metode yang membuat Anda mudah dalam menjaga ketebalan dan pemerataan lapisan.

6. Aplikasikan Secara Merata dan Hindari Overlap

Mulailah dari satu sisi dan bergerak bertahap agar Anda tidak menginjak area yang masih basah. Jaga pola semprotan/rol yang konsisten supaya tidak ada area terlalu basah atau terlalu kering. Overlap yang terlalu tebal bisa meninggalkan residu serta perbedaan hasil warna atau tekstur pada permukaan.

7. Lakukan Uji Coba Kecil

Anda sebaiknya mencoba di area kecil untuk melihat daya serap, waktu kering, dan tampilan akhir permukaan. Dari uji ini, Anda bisa mengoreksi dosis, cara aplikasi, atau jumlah lapisan sebelum diterapkan ke seluruh area.

8. Tunggu Waktu Curing Sesuai Anjuran

Setelah pengaplikasian, Anda perlu memberi waktu agar obat pengeras bereaksi dan mengikat permukaan dengan optimal. Hindari lalu-lalang ketika waktu pengeringan karena bisa merusak lapisan yang belum stabil. Jika diperlukan lapisan kedua, pastikan interval waktunya sesuai petunjuk produk agar hasilnya maksimal.

Menggunakan obat pengeras dengan tepat dapat meningkatkan daya tahan beton terhadap kondisi eksternal yang keras. Namun, pastikan Anda juga menggunakan material beton yang berkualitas seperti Beton Ready Mix dan Beton Precast untuk mendapatkan hasil konstruksi yang optimal.

Dengan beton berkualitas dari Semen Merah Putih, Anda bisa mendapatkan hasil bangunan yang kokoh dan tahan lama. Jika memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi seputar proyek Anda, segera hubungi kami sekarang dan dapatkan solusi terbaik untuk mewujudkan bangunan impian Anda!

Baca juga: Bleeding Beton: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagikan
X

Artikel Terkait